liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
Cocol88
Cocol88
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
https://www.thestdavidshotel.com/

Antisipasi Tantangan Ketenagakerjaan 2023, Kemnaker Perkuat Kebijakan Pasar Tenaga Kerja

Resolusi Kemnaker 2023

Senin, 9 Januari 2023 – 21:46 WIB

VIVA – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, untuk mengantisipasi kompleksitas tantangan ketenagakerjaan pada 2023, pihaknya menetapkan resolusi 2023 dengan penguatan dan pengembangan kebijakan pasar tenaga kerja.

Menurut Menaker, meski kondisi perekonomian negara khususnya ketenagakerjaan mulai menunjukkan kebangkitan, namun masih menghadapi berbagai tantangan, yakni kondisi ketidakpastian ekonomi global di tahun 2023.

“Walaupun basis ekonomi Indonesia diyakini cukup kuat, kita harus siap menghadapi potensi risiko,” ujar Menaker Ida Fauziyah dalam doa dan resolusi bersama Kemenaker tahun 2023, di Ruang Serba Guna Kemenaker. Jakarta, Senin (9/1/2023) ).

Menkeu mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2022, sekitar 54,31 persen angkatan kerja berpendidikan menengah ke bawah. “Ini menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia yang masih tergolong rendah,” ujarnya.

Menaker menambahkan, dengan tingkat pengangguran yang relatif tinggi di perkotaan, kelompok usia muda dan pendidikan menengah atas, tingkat pengangguran di perkotaan mencapai 7,74%, tingkat pengangguran pada kelompok usia 15-24 mencapai 20,63%, sedangkan tingkat pengangguran pada kelompok usia 15-24 mencapai 20,63%, tingkat pengangguran bagi lulusan sekolah menengah, SMK, Diploma dan Perguruan Tinggi sebesar 7,76%.

“Indonesia masih menghadapi tantangan banyaknya tenaga kerja di sektor informal dan tenaga kerja dengan keterampilan rendah,” kata Menaker.

Selain itu, lanjut Menaker, tantangan digitalisasi juga mengubah permintaan jenis keterampilan di pasar kerja dan hubungan kerja, waktu dan tempat kerja yang lebih fleksibel.

Halaman selanjutnya

“Tantangan ini semakin sulit, sehingga banyak yang melihat tahun 2023 sebagai tahun yang dinamis,” pungkasnya.