liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
master38
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
Cocol88
Cocol88
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
https://www.thestdavidshotel.com/

Manfaatkan Teknologi Informasi, Kementan Masifkan Genta Organik

Kementan Masifkan Genta Organik.

Sabtu, 17 Desember 2022 – 08:46 WIB

VIVA – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkan Gerakan Petani Pro Organik (Genta Organik) termasuk melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Genta Organik yang merupakan keberhasilan dari BPPSDMP merupakan gerakan pertanian yang meliputi penggunaan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah, dan aplikasi pemupukan berimbang sebagai solusi pemupukan yang mahal.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, merawat tanah dan kesuburannya merupakan tugas petani dan penyuluh pertanian, termasuk pemerintah daerah dan instansinya untuk mendampingi petani.

“Kami berharap gubernur, bupati/walikota, dan kepala dinas dapat mengintervensi secara maksimal. Karena gerakan ini tidak akan berhasil tanpa kebersamaan,” kata Syahrul.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menjelaskan tujuan Genta Organik antara lain untuk menyuburkan tanah Indonesia guna meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian di saat harga pupuk sedang tinggi.

“Walaupun infrastruktur mahal karena pandemi Covid-19, perubahan iklim, perang antara Rusia dan Ukraina, yang namanya pertanian seharusnya tidak menjadi masalah, artinya produksi tidak boleh menjadi masalah,” ujarnya.

Tujuan kedua, lanjut Dedi, adalah menerapkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ketiga, menekan biaya produksi pertanian dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang mahal, tambahnya.