liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
Cocol88
Cocol88
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
https://www.thestdavidshotel.com/

Gawat, China Ancam Tenggelamkan Dua Per Tiga Daratan Australia

VIVA Militer: Rudal balistik berkemampuan nuklir Dongfeng DF-26 militer China

Senin, 5 Desember 2022 – 21:47 WIB

VIVA – Klaim sepihak China atas beberapa pulau di Laut China Selatan menjadi ancaman serius bagi Australia, salah satu sekutu utama Amerika Serikat (AS). Senjata nuklir militer China sekarang dapat dengan mudah menghancurkan hampir setengah dari Negara Kanguru.

Kepulauan Spratly atau yang disebut China sebagai Nansha kini menjadi fokus Amerika dan sekutunya di kawasan Pasifik.

Gambar menunjukkan pangkalan baru milik Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), di wilayah tersebut.

Dilaporkan VIVA tentara dari Daily Mail, pangkalan militer China di Kepulauan Spratly tidak hanya menampung ribuan personel, beberapa alutsista berteknologi tinggi juga ditempatkan di pangkalan tersebut.

VIVA Military: Rudal balistik nuklir China, Dongfeng DF-26

Salah satunya adalah rudal balistik jarak menengah, Dongfeng DF-26. Dirancang dan diproduksi oleh perusahaan kedirgantaraan China Aerospace Science and Technology Corporation, rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir seberat 1.800 kilogram.

DF-26 dikenal sebagai “Pembunuh Pembawa”, karena dirancang untuk menghancurkan kapal induk militer AS. Yang lebih berbahaya lagi, rudal ini mampu menjangkau target sejauh 5.000 kilometer (3.100 mil).