liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
Cocol88
Cocol88
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
https://www.thestdavidshotel.com/

Kementan Ajak Penyuluh Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan Low Cost

Ngobrol Asyik (Ngobras) Kementan volume 53

Selasa, 27 Desember 2022 – 19:42 WIB

VIVA – Pertanian murah dan ramah lingkungan menjadi solusi bagi petani dalam mengatasi kenaikan harga pupuk dan pestisida, agar petani tetap semangat bertani khususnya komoditas tanaman pangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pertanian ramah lingkungan merupakan bentuk adaptasi terhadap kondisi alam saat ini.

“Menanggapi perubahan iklim yang ada, bagaimana menjadikan pertanian lebih ramah lingkungan sekaligus mampu beradaptasi dengan tantangan alam,” ujar Mentan SYL.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi terkait agenda Sembang Ceria (Ngobras) jilid 53 bertema “Budidaya Padi Ramah Lingkungan dengan Biaya Rendah” yang digelar. pada Selasa (27/12) di AOR BPPSDMP Kementerian Pertanian

Dalam arahannya, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengajak seluruh warga pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan tetap peduli terhadap lingkungan. “Kita perlu membangun sistem pertanian ramah lingkungan dan sistem pertanian mandiri,” kata Dedi.

Narasumber Ngobras, Endang Fajarini adalah Penyuluh Pertanian Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Dalam pemaparan materinya beliau menjelaskan cara budidaya tanaman padi dengan biaya murah.

“Masalah yang dihadapi petani di daerah kami adalah mahalnya biaya tenaga kerja dan mahalnya biaya pupuk dan pestisida. Maka kami penyuluh bersama petugas POPT dan KTNA mencari alternatif pemecahan masalah tersebut,” kata Endang.

Halaman selanjutnya

Dijelaskannya, solusi dari permasalahan yang ada antara lain penerapan teknik pembenihan yang ada menggunakan jaring, penggunaan humic acid/pembenah tanah, penggunaan POC (dengan nitrobacter), penggunaan pemacu saat tanaman padi memasuki fase generatif, penggunaan insektisida dan APH (agen). pengendalian hayati) untuk perlindungan tanaman dari hama/penyakit.