liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
Cocol88
Cocol88
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
https://www.thestdavidshotel.com/

Ketika Impor Beras Tapi Harga Tetap Tinggi

Beras putih

Jumat, 10 Februari 2023 – 06:12 WIB

VIVA – Meski impor beras sudah dilakukan Bulog, namun harga pangan terpantau masih tinggi, Pengamat Pangan dan Dosen SMK IPB University, Prima Gandhi meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) mengambil langkah persuasif bukan melempar masalah. dengan menyebut mafia beras. Salah satunya adalah penyerapan secara besar-besaran agar kondisi beras dalam negeri kondusif.

“Misalnya, kalau saya pengusaha besar ketika disebut mafia, saya akan melawan dan saya akan marah. Ya, biarkan saja masalah beras. Kalau menuduh orang, siapa yang mau disebut mafia? Itu psikologi. Ini membutuhkan pendekatan yang lebih humanis,” kata Prima, Kamis, 9 Februari 2023.

Menurut Prima, pendekatan ketat yang dilakukan Bulog justru menimbulkan resistensi dari pasar yang lebih menguasai beras. Stok Bulog yang selama ini berkisar antara satu juta ton hingga 1,5 juta ton hanya sekitar 4% dari rata-rata produksi nasional yang mencapai lebih dari 31 juta ton.

Diketahui, beras impor yang baru datang itu memiliki kualitas premium dengan kadar air 13,5 persen dan tingkat gabah pecah hanya lima persen. Namun dijual oleh Bulog ke dealer dan distributor dengan harga sedang. Hal ini memberikan peluang bagi beras untuk dijual kepada konsumen dengan harga premium yang lebih tinggi.

“Bulog seharusnya memiliki kontrol penuh terhadap beras impor itu sendiri. Kalau dilihat dari mata rantai sistem jual beli beras, ada beras impor. Kalau masalah harga bisa pejabat Bulog sendiri. itu beras lokal, terserah pedagang saja,” ujarnya. .

Lebih lanjut Prima menilai, memberikan hukum kepada mereka yang disebut mafia juga cukup sulit karena tidak bisa dibuktikan secara nyata. Semua pihak harus fokus pada tujuan bagaimana menstabilkan pasokan dan harga beras.

Menurutnya, pejabat publik termasuk Presiden Joko Widodo harus sesekali mengumpulkan pedagang beras besar. Termasuk perusahaan besar yang memiliki sawah sendiri. Dengan begitu, pemerintah akan lebih mudah menjaga stabilitas beras.

Halaman selanjutnya

“Sebaliknya, pendekatan konflik membuat saling curiga,” ujarnya.