liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
Cocol88
Cocol88
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
https://www.thestdavidshotel.com/

Pertamina Apresiasi Pembayaran Dana Kompensasi BBM TW III 2022

Pertamina.

Sabtu, 31 Desember 2022 – 21:43 WIB

VIVA – PT Pertamina (Persero) mengapresiasi dukungan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang telah melakukan pembayaran dana kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) Triwulan III Tahun 2022 sebesar Rp98,77 triliun (termasuk pajak) atau Rp85,15 triliun (tidak termasuk pajak).

Dana tersebut merupakan kompensasi selisih harga jual formula dengan harga jual eceran di SPBU untuk penyaluran Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) Solar dan Jenis Bahan Bakar Khusus Untuk Tugas (JBKP) Pertalite yang nilainya sudah direview oleh Inspektorat. Kementerian Keuangan RI (Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan).

“Kami sangat mengapresiasi upaya pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI yang telah mempercepat pembayaran dana kompensasi BBM yang telah disalurkan Pertamina pada triwulan III 2022. Dana kompensasi tersebut sudah masuk ke kas perusahaan dan ini sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah kepada Pertamina untuk menjaga kesinambungan layanan operasional BBM bersubsidi dan mendukung modal kerja serta meningkatkan rasio keuangan perusahaan,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan tertulis. Menurut Nicke, apresiasi juga disampaikan atas dukungan penuh pemerintah kepada Pertamina dalam menjaga kesinambungan distribusi BBM termasuk menjalankan program BBM Satu Harga.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk mengapresiasi pemerintah yang terus menjaga daya beli dengan menyediakan BBM bersubsidi yaitu JBT Solar dan JBKP Pertalite untuk menggunakan BBM secara bijak dan mulai menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan sebagai bentuk dukungan masyarakat kepada Pemerintah. .

Pertamina, lanjut Nicke, akan terus berupaya agar BBM bersubsidi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mereka yang berhak. Upaya tersebut antara lain pemanfaatan teknologi informasi untuk memantau pembelian BBM Bersubsidi di SPBU secara real time untuk memastikan bahwa konsumen yang membeli adalah yang berhak. Pertama, Pertamina mengembangkan warning system yang mengirimkan sinyal exception yang dipantau langsung dari command center Pertamina. Sinyal exception ini mengirimkan data transaksi yang tidak normal, misalnya pengisian solar lebih dari 200 liter untuk satu kendaraan bermotor atau pengisian BBM PSO ke kendaraan tanpa memasukkan nomor kendaraan.

Kemudian yang kedua, program pemberdayaan sarana dan fasilitas digitalisasi di SPBU. Hasilnya, semakin banyak SPBU yang terkoneksi dengan sistem digitalisasi Pertamina, sehingga lebih mudah untuk memantau dan mengawasi.

Ketiga, Pertamina terus meningkatkan kerjasama dengan Law Enforcement Officer (LAO) untuk meningkatkan pengawasan dan menindak penyalahgunaan BBM Bersubsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Keempat, Pertamina mendorong masyarakat untuk mendaftar Program Subsidi Tepat melalui website untuk mengidentifikasi pengguna yang berhak dan memantau penggunaan JBT Solar dan JBKP Pertalite.

Selain itu, Pertamina juga terus melakukan efisiensi biaya operasional, baik di level Holding maupun Subholding. Hingga November 2022, realisasi program efisiensi biaya di Pertamina Group telah mencapai US$ 670,28 juta atau sekitar Rp 9,92 triliun.