liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
Cocol88
Cocol88
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
https://www.thestdavidshotel.com/

Putin Dianggap Remeh Jenderal Amerika, Rusia Kalah Perang Tahun Depan

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF)

Rabu, 28 Desember 2022 – 17:07 WIB

VIVA – Berdasarkan fakta bahwa Rusia tidak dapat menaklukkan Ukraina dalam 10 bulan perang, Letnan Jenderal (Pensiunan) Ben Hodges percaya bahwa pasukan Vladimir Putin dapat dikalahkan pada tahun 2023.

Terlepas dari keunggulan unit militernya yang besar, Hodges mengatakan bahwa tentara Rusia tidak dapat mempertahankan mentalitas militernya di garis depan.

Yang disebutkan Hodges adalah kelemahan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, yang merupakan faktor utama dalam pengambilalihan total wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhia, dan Kherson.

Menurut mantan Panglima Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) di Eropa itu, kelemahan ini akan dimanfaatkan oleh militer Ukraina. Hodges yakin pasukan Ukraina dapat merebut kembali ribuan mil persegi wilayah yang saat ini diduduki oleh Rusia.

Angkatan Darat VIVA: Letnan Jenderal Ben Hodges

“Masih terlalu dini untuk merencanakan pawai kemenangan di Kiev,” kata Hodges seperti dikutip VIVA tentara dari BBC.

“Tapi sekarang semua momentum ada di Ukraina dan tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa mereka akan memenangkan perang ini, mungkin pada 2023,” katanya.

Halaman selanjutnya

Hodges mengatakan, bukan hanya empat wilayah yang memilih meninggalkan kedaulatan nasionalnya, Ukraina bahkan berpeluang untuk merebut kembali Krimea. Seperti diketahui, Krimea merupakan wilayah yang diduduki Rusia sejak 2014.