liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
master38
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
Cocol88
Cocol88
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
https://www.thestdavidshotel.com/

Dedengkot Intelijen Israel Janji Takkan Beri Napas Iran Bikin Senjata Nuklir

VIVA Militer: Rudal balistik Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran

Senin, 26 Desember 2022 – 10:51 WIB

VIVA – Badan Intelijen Israel, Mossad, memberikan pernyataan terkait impor senjata ke Rusia di tengah perang di Ukraina. Negara Zionis percaya bahwa Republik Islam Iran memiliki motif tersembunyi di balik dukungannya terhadap rezim Vladimir Putin.

Iran telah berulang kali membantah mendukung agresi militer Rusia di Ukraina, dengan menjual drone Shahed-136. Namun, Israel dan negara-negara Barat telah menerbitkan serangkaian foto puing pesawat tak berawak bunuh diri, setelah mencapai targetnya.

Direktur Mossad, David Barnea, mengklaim bahwa Iran akan terus mengerahkan lebih banyak senjata ke Rusia. Hal inilah yang membuat Barnea menduga Iran memiliki tujuan tertentu, di balik pasokan senjata ke Negara Beruang Merah.

“(Mossad) masih memperingatkan tentang masa depan Iran dan niat yang coba dirahasiakan. Termasuk upaya Teheran untuk memperdalam dan memperluas pasokan senjata canggih ke Rusia,” kata Barnea seperti dikutip VIVA tentara dari FoxNews.

Militer Ukraina menembak jatuh drone Kamikaze Shahed-136 buatan Iran

Barnea selanjutnya mendukung kritik keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap kesepakatan nuklir Iran, atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan itu sudah mati, sementara seluruh dunia melihat keburukan rezim Ayatollah Khamenei. Seperti diketahui, Iran sedang bergolak setelah gelombang demonstrasi besar-besaran ditanggapi dengan cara represif.

Halaman selanjutnya

Barnea percaya bahwa menjual senjata ke Rusia adalah langkah menuju pengayaan uranium. Upaya ini dilakukan untuk menambah jumlah uranium, sebagai bahan pembuatan senjata nuklir.