Jumat, 6 Januari 2023 – 17:29 WIB
VIVA – Sebuah berita mengejutkan Inggris ketika seorang mantan Penasihat Militer Angkatan Darat Kerajaan Inggris (Royal Army), mengungkapkan fakta mengejutkan tentang tindakan Pangeran Harry.
Chapman mengatakan Harry telah melanggar empat kode etik militer ketika sang pangeran masuk tentara, dan bertugas di Afghanistan. Kritik keras Chapman muncul setelah menanggapi klaim Harry, dalam otobiografinya, Spare.
Buku putra bungsu Raja Charles III dan Putri Diana itu sudah tersebar beberapa eksemplar, jelang rilis resminya, Selasa, 10 Januari 2023. .
Dalam laporan yang dikutip Tentara VIVA dari Times, dalam bukunya Harry menyatakan bahwa dia telah membunuh 25 pejuang Taliban Afghanistan. Harry membunuh puluhan anggota Taliban ketika dia menerbangkan helikopter Boeing AH-64 Apache.
VIVA Army: Pangeran Harry bertugas di Afghanistan
Harry menyebut tindakan Chapman sangat bodoh, dan tidak mematuhi peraturan militer Inggris. Harry juga memanggil Chapman karena mengkompromikan kemanusiaan, integritas, dan kesetiaan.
“Kami memiliki kode etik. Itu adalah nilai-nilai dan standar militer dan dia melanggar setidaknya empat dari nilai-nilai itu termasuk tidak menghormati orang lain, integritas, kesetiaan, dan komitmen tanpa pamrih,” kata Chapman.
Halaman selanjutnya
“Kamu tidak bisa lagi setia kepada Mahkota atau Mahkota sebagai anggota keluargamu. Jadi dari kedua perspektif itu tidak baik. Sangat bodoh dan naif dari pihak Harry, produsernya, dan penulis untuk orang lain,” katanya. .