liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
Cocol88
Cocol88
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
Bosswin168
https://www.thestdavidshotel.com/

Jenderal Wanita Amerika Paksa 9 Negara Latin Kirim Senjata ke Ukraina

VIVA Militer: Jenderal Laura Richardson

Jumat, 20 Januari 2023 – 19:41 WIB

VIVA – Pemerintah Rusia membeberkan strategi Amerika Serikat (AS) mendesak sembilan negara Amerika Latin untuk mengirim senjata ke Ukraina. Tindakan Paman Sam itu diungkap Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov.

Peskov menekankan bahwa Rusia akan terus memantau dan mengawasi setiap langkah departemen pertahanan dan militer Amerika Serikat, dalam upaya menggalang dukungan untuk Ukraina.

Seperti diketahui, Amerika baru saja mengumumkan bantuan senjata terbaru senilai US$2,5 miliar atau setara Rp37,7 triliun.

VIVA tentara diberitakan sebelumnya, dalam paket terbarunya Amerika menyediakan 95.000 MIM-104 HIMARS (Sistem Artileri Roket Mobilitas Tinggi), hingga 90 unit kendaraan tempur lapis baja M1126 Stryker.

VIVA Militer: Senapan AK-103 buatan Rusia digunakan oleh tentara Venezuela

Ternyata Amerika belum puas sampai situ. Peskov mengatakan Pentagon mendesak Kuba, Nikaragua, Venezuela, dan enam negara Latin lainnya untuk mengirim senjata ke Ukraina.

“Secara umum, hari ini sulit membayangkan sesuatu yang bisa menjadi kejutan. Di sini sangat penting (untuk mengingat) pembatasan hukum atas setiap pengiriman ke negara ketiga,” kata Peskov, Jumat, 20 Januari 2023.

Halaman selanjutnya

“Karena setiap pengiriman tentunya dikondisikan dengan komitmen tertentu dari negara penerima alutsista tersebut. Tentunya kami akan terus memantau situasi ini,” ujarnya seperti dikutip VIVA Military dari TASS News Agency Rusia.